Cara Kerja Pelumasan Honda Tiger

Barangkali ada banyak para pemilik motor yang tidak begitu peduli dengan mesin motornya, apalagi mau tau lebih dalam tentang bagaimana kerja sistim pelumasan oli yang ada di dalam mesin.
Yah.. namanya juga manusiawi, yang tahu cuma bawa motor, atau yang penting motor bisa dipakai untuk ngebut!

Kalau memang tertarik dengan teknis dan cara kerja pelumasan mesin, mungkin artikel ini bisa memberikan pandangan atau pengetahuan.

Kali ini penulisan artikel di bantu oleh Bro Pringgo (Pringgodani Kusdono) yang dikenal sebagai jagonya utak-atik mesin Honda Tiger di kalangan HTML (Honda Tiger Mailing List). Tulisannya seputar mesin motor, teknis motor, maupun alipkasinya bisa dijumpai di blog pribadinya, The Brain of Pringgodani Kusdono atau website www.honda-tiger.or.id

Menurut Bro Pringgo anggota HTML No.151 ini, kalau kita bicara soal alur kerja pelumasan mesin motor Honda Tiger, maka semuanya hanya berawal dari bagian bawah atau dasar mesin sebagai penampung oli motor ketika mesin motor belum hidup.

Ketika mesin motor sudah dihidupkan, maka pompa oli akan bekerja, sehingga oli dari dasar mesin mulai tersedot melalui filter kasa (Oil Strainer Screen) yang di tutup pada bagian pembuangan oli mesin. Nah, bagi yang suka ganti oli sendiri, akan bisa melihat langsung kotoran pada saringan kasa ini.

OliTiger-01

Back to topick.
Sesudah oli tersaring di filter kasa tersebut, maka oli akan kembali lagi  meneruskan perjalanan-nya ke pompa oli (Oil Pump), kemudian dari bagian pompa oli, tekanan oli dipecah menjadi tiga bagian, yaitu:
  1. masuk ke bagian atas mesin (cylinder head),
  2. masuk ke bagian susunan Gigi Transmisi,
  3. masuk ke bagian rotor saringan pompa oli (Oil Centrifugal Filter)
Di bagian atas, oli melumasi noken as (cam shaft), pelatuk klep, dan klep.
Di bagian transmisi, sudah tentu oli akan melumasi gigi-gigi transmisi dan juga as-nya (poros utama/mainshaft dan poros lawan/ counter shaft) supaya proses pergerakan mesin menjadi lebih lancar.

Lalu ngapain oli yang masuk ke rotor saringan pompa oli? Oh, oli yang disini nantinya akan disaring. Kemudian, bagaimana menyaringnya?

Tutup Rotor yang bulat seperti tabung itu kan berputar sesuai putaran mesin, oli yang masuk ke rotor pompa oli akan ikut berputar. Partikel-partikel yang keras (kotoran di oli) akan terpental ke samping/ ke sisi luar rotor. Ini mirip seperti ketika ban motor melalui genangan air, pasti cipratannya akan terpental menjauhi ban karena gaya sentrifugal.

Oleh karena itu, jangan pernah terlalu dekat dengan pengendara motor di depan kalau jalan becek. Bakal kena ciprat air kotor. :D Nah, ini kan sudah hukum alam, gaya sentrifugal akan membuat oli mental menjauhi ban/roda.

Back to topic.
Bagaimana setelah kotoran terpental ke sudut rotor pompa oli? Dalam hal ini hanya oli saja yang bisa meneruskan perjalanan ke arah kruk as/ Crank Shaft.

Tapi mungkin saja ini enggak 100% oli akan kembali bersih, tapi minimal ada oli yang relatif sudah bersih.

Karena kerja kruk as (Crank Shaft) yang bergerak berputar dan setang piston yang naik turun, maka oli tadi yang disemprotkan dari rotor tadi akan terciduk-ciduk atau terpental-pental ke arah piston dan dinding silinder. Mangkanya, piston akan dapat pelumasan yang juga supaya menjadi awet.

Apabila terjadi ketidak beresan (tidak lancar) dalam sistem pelumas, atau terjadi penguapan oli mesin, kurang oli, atau oli kering, maka sudah tentu komponen-komponen mesin motor bakal rusak/ aus dan parahnya harus diganti.

Pelumasan yang sudah beredar ke seputar penjuru mesin akan jatuh kembali ke dasar mesin, lalu masuk kembali ke filter kasa di tutup pembuangan oli, ke pompa oli, dan seterusnya.
OliTiger-02

Banyak kasus yang terjadi karena kegagalan sistem pelumasan dan yang paling sering adalah akibat dari karet rumah kopling hancur.

Belajar dari kasus ini penjelasannya dapat diapaparkan sebagai berikut:  partikel karet yang hancur akan menyumbat saringan kasa pompa oli dan pompa oli tidak bisa menyedot oli, maka ini sudah pasti, komponen mesin yang terbuat dari logam akan segera aus karena terus bergesekan dan tidak mendapat semburan/ pasokan oli yang semestinya.

Kenapa biasanya di kasus ini cuma bicara piston dan kawan-kawan, noken as, dan klep yang selalu kena? Namun sebenarnya tidak itu saja, masih ada lagi yaitu susunan gigi transmisi.

Gigi tranmsmisi itu bahannya relatif lebih keras daripada komponen yang lainnya, udah gitu, posisinya juga berada di bawah mesin, paling tidak  masih dapat sedikit cipratan-cipratan oli dari bawah mesin. Mangkanya gigi transmisi biasanya masih utuh dan tidak ketularan minta ganti (awet).
Paham soal cara kerja pelumasan di mesin Honda Tiger?
Kalau sudah, bagus!

Poster Enduro R2-300

Nah, selanjutnya adalah bagaimana soal pilihan pelumas atau oli yang tepat?
Yang ini sebenarnya beda lagi ceritanya. Beda topik!

Tapi, SL.COM sebenarnya sudah banyak mengupas berbagai tips dan sharing seputar minyak pelumas, salah satunya adalah pelumas milik PERTAMINA.

Diakui pelumas PERTAMINA sudah sering digunakan oleh para bikers Honda Tiger, khususnya member HTML yang sudah sering berpergian touring ke berbagai wilayah Indonesia.
SL.COM sendiri (pribadi) mengakui berbagai keunggulan minyak pelumas PERTAMINA ENDURO   RACING.

Ini terbukti saat mengikuti touring HTML ke Pulau Sumatera dan juga motor yang dipakai buat harian. Minyak pelumas yang dipakai hingga saat ini, benar telah dibuktikan dan sampai saat motor masih tetap awet (lihat: Suka-duka TIGIBLACK Usia 5 Tahun) .

So far, belum pernah turun mesin. Belum pernah ganti piston dan khususnya part-part yang di bagian dalam mesin. Belum ada yang diganti!

Untuk info lengkap  tentang touring ke Pulau Sumatera, silahkan klik foto dibawah ini:
P1010384
HTML Touring Goes To Southern Sumatera, Mei 2007

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel