Mitos Ihan Sirambe Batak, Konon Hanya Matang Separuh Jika Dimasak


InfoLoh.com - Halo ILers, Kini admin membagikan artikel tentang Mitos Ihan Sirambe Batak, Konon Hanya Matang Separuh Jika Dimasak.

Ikan Batak yang bahasa daerahnya disebut sebagai Ihan dari genus Neolissochilus memang dimitoskan sebagai makanan oleh para raja-raja dijaman dahulu.
Disamping itu Ihan merupakan penganan sesembahan kepada Tuhan Sang Pencipta (upa-upa) yang diberikan kepada seseorang oleh Hula-hula atau hierarchi clan marga yang lebih tinggi (dalam falsafah kekerabatan Dalihan Natolu), dengan harapan besar pemberian makanan itu bisa mendapatkan berkat dari Tuhan berupa kesehatan dan panjang umur, mendapat banyak keturunan, dan mudah rezeki di harta.

Dalam prosesi adat perkawinan suku batak, penganan ini juga diberikan kepada pihak boru (hierarchi marga yang lebih rendah) sebagai untuk balasan pemberian makanan yang enak berupa suguhan makanan (tudu-tudu sipanganon) yang bermakna sama mendapat berkat dari Tuhan.
Tatalaksana pemberian makanan ihan seperti ini masih tetap berlangsung sampai sekarang namun sudah menuju degradasinya karena tidak ditemukan lagi jenis Ihan seperti ini di Tanah Batak (punah).

Sebagai penggantinya maka jenis ikan Mahseer dari genus Tor (Dekke Jurung-jurung) sebagai pengganti penganan. Ternyata jenis ihan ini pun sudah mulai langka ditemukan di Tanah Batak dan digantikan menjadi ikan mas dari genus Cyprinus. Jenis ikan mas ini sebagai pengganti ihan batak adalah dari spesies Cyprinus carpio yang berwarna kuning kemerahan.

Namun jenis ikan mas yang berwarna kuning kemerahan kurang diminati oleh masyarakat di Pulau Jawa sehingga masyarakat Batak yang berada di Jawa terpaksa menggunakan ikan mas berwarna hitam sehingga penganan tersebut kurang ceria tampilannya dan warnanya terlihat kusam.

Di Sungai Sirambe Nauli terletak di Desa Bonan Dolok , kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Propinsi Sumatera Utara, saat ini terdapat Ikan Batak yang mereka sebut Ihan namun sebenarnya adalah Ikan Batak yang secara umum disebut sebagai Ikan Jurung dari genus Tor.

Warga setempat mengatakan sungai itu dianggap keramat namun berfungsi juga sebagai sumber air untuk diminum. Masyarakat setempat biasanya mengambil air minum dari sungai tersebut lantaran airnya sangat jernih dan bersih bebas dari polusi.

Sungai tersebut juga digunakan sebagai kolam mandi dan berenang sepuasnya, dan dipergunakan untuk tempat ibu-ibu mencuci pakaian.
Uniknya lagi, di Sungai itu hidup ratusan ekor Ikan Batak berukuran besar dan kecil, Ikan Batak inilah yang menjadikan Desa Bonan Dolok istimewa dan menjadi salah satu objek parawisata di Balige, Kabupaten Toba Samosir.

Biasanya Ikan Batak tersebut bersembunyi didalam goa-goa batu yang berada didasar kali dan akan keluar saat para pengunjung turun ke sungai Sirambe Nauli untuk memberi makan.

Demikianlah Mitos Ihan Sirambe Batak, Konon Hanya Matang Separuh Jika Dimasak, semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda tentang dunia batak.


Happy Days!
Source : Tobatabo

Belum ada Komentar untuk "Mitos Ihan Sirambe Batak, Konon Hanya Matang Separuh Jika Dimasak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel